menemukan kembali makna sumpah pemuda
05.24“ Berikan aku 10 pemuda maka akan ku Guncang Dunia ( ir Soekarno) “
Dari apa yang disampaikan soekarno dapat menggambarkan bagaimana sosok seorang pemuda dengan semangat dan keinginannya dapat mengubah dunia. Tanggal 28 oktober 1928 sebuah momentum dan pintu gerbang awal bersatunya gerakan kepemudaan bersepakat untuk menjadi satu gerakan untuk mencapai pintu gerbang kemerdekaan Indonesia, sepakat untuk membentuk sebuah bangsa dan negara, ditangan pemudalah pada akhirnya Indonesia dapat memproklamirkan kemerdekaan , seokarno – hatta adalah generasi muda yang tidak disangka menjadi pendobrak revolusi dan kemerdekaan Indonesia demikian pula Soeharto di tahun 1965. Demikian pula mereka yang menurunkan presiden Soeharto pada tahun 1998. Generasi Muda!! Merekalah Masa depan Bangsa.
Sejarah Gerakan mahasiswa
Sejarah dapat dijadikan refleksi untuk melihat dinamika bangsa yang akan merentang ke masa depan, khususnya bagi kaum muda ( termasuk mahasiswa ) Bangsa Indonesia yang telah tumbuh sebagai bangsa berpenduduk besar ke-4 di dunia ternyata sejak dulu memang bukan bangsa tempe, Dinamika bangsa ini sejak dulu dipegang oleh kaum muda ( Mahasiswa dan Pelajar ) peranan kaum inteletual, termasuk mahasiswa, dalam perubahan social adalah kompleks dan penting, sepanjang sejarah , sebagian besar kaum intelektual berdampingan dengan gerakan demokrasi dan nasionalis melawan kolonialisme, kediktatoran atau rezim fasis, dalam sejarah indonesia, kita juga menyaksikan peran penting yang dilakukan oleh mahasiswa namun, peran tersebut ternyata tidak selalu seiring dengan kepentingan menegakkan demokrasi dan kesejahteraan rakyat seperti tahun 1965 ketika mahasiwa bergandengan dengan tentara menggulingkan Soekarno Gerakan Mahasiswa saat itu membantu berdirinya rezim fasis yang berkuasa selama 32 tahun dan berlaku refresif terhadap rakyatnya, berdirinya rezim Soeharto merupakan hasil aliansi dari Mahasiswa – Mahasiswa pro liberalism barat, Gerakan Mahasiswa tahun 1965 yang bergandeng mesra dengan tentara memang meninggalkan kesan yang pahit namun bukan berate gerakan Mahasiswa berujung seperti itu, Diawali pada era 70an, gerakan Mahasiswa bangkit kembali sebagai kelompok yang melakukan kritik terhadap kebijakan rezim soeharto, Gerakan moral Mahasiswa tersebut memuncak pada 15 januari 1974 yang dikenal sebagai peristiwa “ Malari “ Gerakan Mahasiswa ini kembali jatuh ke dalam pelukan militer, Gerakan tersebut dihabisi dengan penangkapan dan pemenjaraan terhadap para pemimpinnya, pada tahun 1978, Gerakan Mahasiswa kembali bergerak kali ini dengan tuntutan yang lebih maju menolak pencalonan kembali Soeharto sebagai presiden, setelah kejadian itu Soeharto mengambil langkah untuk mensterilkan kampus dari semua kegiatan politik. Dewan mahasiswa dibubarkan tidak boleh ada politik praktis di dalam kampus, militer semakin kuat mencengkram kampus, pembredelan pers mahasiswa, pencekalan tokoh – tokoh yang kritis,dan pelarangan buku – buku, dan tahun 1998 gerakan mahasiswa kembali bersatu dengan satu tujuan menurunkan rezim soeharto
Refleksi gerakan kepemudaan
Dari semua apa yang disampaikan diatas dapat menggambarkan bahwa sampai dengan saat ini mahasiswa belum mampu memainkan peran sebagai agent of change atau yang biasa disebut agent - agent perubahan apa yang salah? Ini sebuah pertanyaan yang mesti dijawab oleh kita semua yang mengaku sebagai mahasiswa, sejujurnya kalau kita tanyakan kepada masyarakat maka mereka akan sepakat sedang menunggu kontribusi mahasiswa untuk membawa masyarakat kepada kesejahteraan social, pertama miris ketika melihat teman – teman dikampus sudah terbius dengan gaya hidup barat yang pada akhirnya terlena dengan keadaan akibat dari itu semua melupakan fungsi dan hakikat sebagai seorang mahasiswa sejati. kedua melihat berbagai fenomena yang terjadi saat ini terjadi kelesuan gerakan mahasiswa salah satunya adanya penggiringan mahasiswa saat ini untuk focus kedalam wiliyah akedemik para mahasiswa dijejali dengan kegiatan – kegiatan akademis kampus , gerakan mahasiswa saat ini dipandang sebelah mata image yang melekat mahasiswa bukan lagi sebagai agen perubahan tetapi sebagai agen perusak hal ini didukung dalam setiap aksi mahasiswa berakhir dengan anarkis dan pada akhirnya tersetigma, mahasiswa tidak dapat membawa suatu perubahan, pertanyaanya apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa? Saya fikir momentum sumpah pemuda ini adalah mahasiswa saat yang tepat untuk menyatukan kembali gerakan mahasiswa dan mengubah image sebagai kelompok menengah yang berperan mengingatkan pemerintahan apabila ada kebijakan – kebijakan tidak pro terhadap rakyat dengan melakukan pencerdasan kepada masyarakat menurut Tan Malaka dalam bukunya Aksi Massa “ Apabila Masyarakat Sudah Cerdas mereka akan bergerak terhadap pemerintahan yang represif dan otoriter , dalam tulisan ini saya menawarkan solusi membangkitkan kembali gerakan mahasiswa pertama, perbanyak kembali ruang – ruang diskusi untuk mengasah analisis dan ketajaman dalam melihat fenomena – fenomena social kedua, melespaskan semua ego dan kepentingan dari masing – masing gerakan karena pada hakekatnya satu mensejahterakan masyarakat, bersama –sama bersatu demi kepentigan rakyat ketika mahasiswa bersatu ada satu elemen yang dapat menghentikannya, teringat apa yang disampaikan ws rendra dalam puisinya “ perjuangan adalah pelaksanaan kata – kata “ selamat berjuang kawan – kawan mahasiswa di pundak kalian masa depan bangsa!!!
• Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Semester VII
• Presidum Nasional Ikatan Mahasiswa ilmu Sosial dan Politik Wilayah II
• Sekertaris Umum BEM Fisip periode 2009 – 2010
• Sekertaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fisip

0 komentar