Media, Demokrasi, dan Politik
06.52
Terdapat
celotehan di masyarakat media mana hari ini yang tetap menjaga independensinya?
,terlihat media – media sudah menjadi pasar yang empuk dalam membangun opini
publik dalam menjaga aktor – aktor politik yang berkuasa , terdapat analisis yang seharusnya menjadi peran media
dalam memberikan pencerdasan kepada masyarakat, Asumsi yang mendasari adalah, pertama
media adalah sebuah institusi dan aktor politik yang memiliki hak-hak. Kedua,
media dapat memainkan berbagai peran politik, diantaranya mendukung proses
transisi demokrasi, dan melakukan oposisi Asumsi utama dalam kajian
demokratisasi adalah, semakin press independent dengan semakin besar
kebebasan yang dimiliki maka akan memberi kontribusi positif pada perubahan
politik, mendukung transisi demokrasi dan meruntuhkan rejim yang otoritarian. Dengan
kata lain, media dapat memainkan peranan yang sangat besar khususnya pada saat
babak politik dalam transisi, karena media dapat bertindak sebagai agen
perubahan, Jika kita menggunakan paradigma Peter D. Moss
(1999), akan terlihat bagaimana wacana media massa, termasuk berita surat
kabar, merupakan konstruk kultural yang dihasilkan ideologi, karena sebagai
produk media massa, berita surat kabar menggunakan kerangka tertentu untuk
memahami realitas sosial. Lewat narasinya, surat kabar menawarkan
definisi-definisi tertentu mengenai kehidupan manusia: siapa pahlawan, siapa
penjahat; apa yang baik dan apa yang buruk bagi rakyat; apa yang layak dan apa
yang tidak layak untuk dilakukan oleh seorang pemimpin; tindakan apa yang
disebut perjuangan (demi membela kebenaran dan keadilan); isu apa yang relevan
dan tidak (Eriyanto, analisis Framing: X). perlu ada auto kritik
terhadap media menjadi alat suatu kepentingan politik tertentu, bukan menjadi
sarana pencerdasan terhadap masyarakat tetapi pada akhirnya hanya memberikan
informasi yang mengarahkan kepada kepentingan tertentu atau bersifat membodohi
masyarakat, sebagai kaum intelektual maka dari itu tugas kita semua memberikan
pemahaman dan pencerdasan kepada masyarkat awam kita bongkar habis terhadap
media yang mbalelo , dalam rangka
memperbaiki kulur demokrasi indonesia dan itu tidak dapat dilakukan secara
individu namun secara bersama – sama mendorong demokratisasi indonesia lebih
baik.

0 komentar